Peristiwa kecelakaan laut yang melibatkan speedboat Evelyn Calisca 01 terjadi pada Kamis, 27 April 2023 sekitar pukul 13.40 WIB di perairan antara Kecamatan Kateman dan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Pelabuhan Pelindo Tembilahan dengan tujuan Tanjung Pinang. �
tirto.id + 1
Berdasarkan laporan resmi, kapal mengangkut puluhan penumpang saat berangkat pada pagi hari. Setelah sekitar empat jam perjalanan, kapal mengalami kecelakaan dan terbalik di perairan tersebut. Hingga malam hari setelah kejadian, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 12 orang, terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. �
tirto.id + 1
Data lanjutan menyebutkan total penumpang mencapai sekitar 76 orang, dengan sebagian besar berhasil selamat, sementara korban lainnya sempat dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian oleh tim gabungan. �
MedCenter Riau
Proses evakuasi dilakukan oleh aparat kepolisian, Basarnas, serta masyarakat setempat. Sejumlah korban yang selamat dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti RSUD di wilayah Kateman. Sementara itu, bangkai kapal kemudian ditarik menuju Pelabuhan Sungai Guntung untuk mempermudah proses pencarian lanjutan. �
m.halloriau.com + 1
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan pada tahap awal karena fokus utama saat itu adalah penyelamatan korban. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab, baik dari sisi teknis kapal, kondisi cuaca, maupun kemungkinan kelalaian. Dalam perkembangan selanjutnya, aparat penegak hukum menetapkan kapten kapal sebagai tersangka dalam kasus ini. �
ANTARA News
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan transportasi laut, khususnya pada kapal penumpang antarwilayah di perairan Indonesia. Otoritas setempat menekankan perlunya peningkatan pengawasan terhadap kelayakan kapal, kepatuhan terhadap kapasitas penumpang, serta penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung.
Secara umum, tragedi ini mencerminkan risiko yang masih dihadapi dalam transportasi laut, terutama di wilayah kepulauan. Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dan keselamatan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.



